Connect with us

Science

“Pelangi” Fenomena Alam Yang Sangat Mengesankan

Published

on

Ketika kita masih anak-anak, pastinya kita akan sangat suka bermain hujan bahkan tidak hanya anak kecil, orang dewasa terkadang masih ada yang suka bermain hujan. Selain hujan, masih ada hal yang paling ditunggu ketika hujan mulai berhenti yaitu munculnya sang pelangi. Bukannya ngedeso, akan tetapi menunggu munculnya pelangi ini dapat membuat kita menjadi penasaran dan ingin mencari tahu dari mana pelangi itu bisa ada. Nah, agar kita bisa mengetahui tentang proses terjadinya pelangi. Yuk kita simak ulasannya dibawah ini.

Apakah Yang Dimaksud Dengan Pelangi?

Pelangi adalah fenomena meteorologi yang disebabkan oleh refleksi dari pembiasan dan dispersi cahaya dalam tetesan air, yang dihasilkan dengan bentuk spektrum yang kemudian muncul di langit.

Cahaya ini akan membentuk seperti busur yang melingkar dan akan menghasilkan kilasan warna-warni yang indah. Pelangi juga bisa timbul karena air hujan yang terkena sinar matahari dan ini biasanya akan muncul pada bagian yang terkena matahari. Sebenarnya pelangi ini tidaklah membentuk setengah lingkaran melainkan berbentuk penuh. Namun, yang dilihat oleh kebanyakan orang, pelangi ini berbentuk setengah. Ini dikarenakan tetesan yang terkena cahaya matahari hanya dipancarkan diatas tanah, sehingga tampak menjadi setengah lingkaran.

Dalam pembentukan cahaya warna-warni ini, lengkungan bagian luar akan menghasilkan warna merah sedangkan pada bagian dalamnya akan tampak seperti warna ungu. Adanya warna itu terjadi karena adanya pembiasaan cahaya yang memasuki tetesan air, kemudian pada tetesan air tersebutlah akan menghasilkan berbagai  warna.

Beda lagi ketika terjadi pelangi ganda, disini warna yang dihasilkan pada lengkungan pelangi memiliki urutan yang terbalik, yaitu dengan warna merah yang berada di bagian dalam. Hal ini disebabkan karena adanya pembiasan dua kali ketika cahaya matahari mengenai tetesan air.

Penyebab Utama Terjadinya Cahaya Warna-Warni Di Langit

Seperti yang sudah kita jelaskan sedikit pada bagian diatas, bahwa pelangi adalah cahaya yang berwarna-warni dengan garis melengkung yang muncul di langit. Ketika kita melihat pelangi, seperti ada sesuatu yang menakjubkan dengan lengkungan serta keindahan di balik warna-warninya. Gak jarang banyak orang selalu ingin mengabadikan fenomena indah pelangi ini.

Kita pastinya akan bertanya-tanya, apa sih yang menyebabkan pelangi itu bisa muncul. Inilah jawabannya:

  1. Pelangi bisa muncul karena adanya butiran-butiran air hujan yang bertebaran di atmosfer. Keadaan ini biasanya terjadi pada saat sebelum atau setelah hujan, yang kemudian terkena oleh sinar matahari.
  2. Sinar matahari ini akan terpotong-potong oleh butiran-butiran air hujan. Nah, pada saat itulah titik air hujan akan membiaskan cahaya dan menghasilkan deretan warna yang berbeda-beda. Deretan warna yang berbeda-beda ini yang dinamakan dengan spektrum.
  3. Kalian tahu gak sih kalau cahaya memiliki banyak warna? Yah, cahaya memang memiliki banyak warna. Itulah yang membuat suatu sinar memiliki sifat polikromatik (terdiri dari banyak warna). Gak cuma itu, ternyata warna putih pada cahaya matahari sebenarnya adalah beberapa gabungan dari berbagai cahaya dengan gelombang dan panjang yang berbeda-beda.
  4. Pada dasarnya, manusia memang mampu menyerap tujuh warna yang terkandung dalam cahaya matahari. Itulah yang menyebabkan pelangi akan terlihat berwarna-warni. Beberapa warna pelangi terdiri dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu atau kalau disingkat menjadi Mejikuhibiniu.
  5. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian akan dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air. Cahaya akan keluar dari tetesan air ke arah yang berbeda sesuai dengan warnanya masing-masing. Warna pada pelangi akan tersusun dengan warna merah di bagian paling atas dan warna ungu di bagian paling bawah.

Beberapa Jenis Pelangi

Selama ini mungkin kita melihat pelangi itu hanya seperti lekungan yang memiliki berbagai warna dan itu semua tampak sama setiap kali kemunculannya. Namun ternyata kita salah, nyatanya masih ada banyak jenis pelangi yang kita tidak ketahui. Berikut ini adalah jenis dari pelangi tersebut.

Primary Rainbow

Primary Rainbow ini merupakan jenis pelangi yang paling sering kita lihat. Sebenarnya pelangi jenis ini ketika muncul hanya menampakkan dua garis saja yaitu merah dan ungu, yang muncul tepat setelah hujan berhenti.

Para peneliti mengatakan bahwa, terbentuknya primary rainbow yaitu antara 40 hingga 42 derajat dari titik surya (titik imajiner yang berlawanan dengan matahari). Ini adalah akibat dari satu refleksi yang terjadi ketika terkena tetesan air. Jika tetesan yang muncul hanya berukuran kecil maka yang terlihat hanyalah warna ungu, sedangkan warna yang lain seperti merah dan hijau, cenderung menghilang karena kabut.

Red Rainbow

Red rainbow atau yang biasa kita sebut dengan pelangi merah ini, biasanya hanya akan muncul pada saat fajar di pagi hari dan terbenamnya matahari pada sore hari. Pelangi merah ini, hanya akan tampak ketika lapisan pada ketebalan filter atmosfer bumi berubah menjadi berwarna biru dan merah.

Ketika sebuah tetesan yang berwarna oranye mencerminkan dan membiaskan air maka hasilnya akan menjadi warna pelangi dengan spektrum ujung yang berwarna merah juga.

Waterfall rainbow

Waterfall rainbow adalah jenis pelangi yang biasanya menggunakan kabut pada proses pembiasannya. Kabut air terjun ini kemudian akan bercampur pada aliran udara konstan atmosfer secara terus menerus. Biasanya pelangi jenis ini hanya muncul diatas air terjun dan inilah yang membuat keindahannya menjadi sangat menakjubkan. Ini dikarenakan pelangi ini muncul tepat di bawah air terjun, tapi sayangnya fenomena ini masih sangat langka untuk kita jumpai.

Secondary Rainbow

Secondary Rainbow ini biasanya berada di luar atau di samping primary rainbrow. Pelangi jenis ini akan tampak lebih ringan dan menyebar jika dibandingkan dengan primary rainbrow. Refleksi cahaya ini akan terjadi pada suhu 50 sampai 52 derajat yaitu pada saat tetesan air terjadi. Dalam hal ini dua refleksi akan terjadi dalam sebuah tetesan air, inilah yang akan membuat sinar cahaya langsung tersiar. Kejadian ini dikarenakan adanya dua pantulan yang membuatnya  dapat menyebar.

Fire Rainbow

Fire rainbow atau yang biasa disebut dengan pelangi api ini rasanya memang masih sangat jarang kita dengar bukan? Namun, bukan berarti pelangi ini pelangi buatan loh. Fenomena dari fire rainbow ini hanya dapat di lihat dalam waktu tertentu. Biasanya hal yang memiliki peran dengan adanya fire rainbow ini adalah awan cirrus yang bertindak seperti prisma. Awan yang satu ini berada pada ketinggian 20.000 kaki. Pada ketinggian tersebut, cahaya matahari yang dipancarkan akan berada pada suhu 58-68 derajat.

Inilah yang membuat rainbow fire tidak dapat dilihat dari dataran rendah. Apalagi jika suhu tempat tersebut tidak lebih dari 55 derajat, tapi fenomena ini pernah terjadi di bagian diantara utara dan selatan saja.

Classic Rainbow

Nama lain dari classic rainbow adalah pelangi klasik. Pelangi ini berbeda dengan pelangi yang lainnya. Pelangi ini hanya memiliki 6 warna yaitu merah, hijau, kuning, oranye, ungu dan biru. Meskipun pelangi ini hanya memliki 6 warna, akan tetapi gak sedikitpun mengurangi keindahan tampilan dari pelangi itu loh.

Pelangi Kembar

Pelangi kembar ini biasanya terjadi karana adanya pembiasan cahaya pada butir hujan yang tidak memiliki ukuran yang sama ketika akan jatuh dari langit. Perbedaan ukuran dari butir hujan ini bisa saja terjadi dikarenakan adanya tekanan udara yang berbeda beda pada suatu iklim tertentu. Pada butiran hujan yang berukuran lebih besar, maka butiran hujan yang dihasilkan juga akan menjadi lebih rata ketika terkena tekanan udara. Dan ketika dua hujan dengan ukuran air yang berbeda terjadi secara bersamaan, maka inilah yang akan membentuk pelangi kembar.

Jenis pelangi kembar memang sangat langka dan masih jarang kita dengar. Pelangi kembar ini agak berbeda dengan pelangi ganda. Ini dikarenakan terciptanya pelangi ini didasarkan pada pembiasan yang akan menciptakan beberapa pelangi yang sejajar dan berbeda.

Sedangkan pada pelangi kembar, tercipta dari satu arah kaki kearah yang sama sehingga membuatnya menjadi tidak sejajar. Walaupun seperti itu, urutan warna pada pelangi kembar tetap sama dan tidak berkebalikan warna seperti yang terjadi pada pelangi ganda. Terkadang kedua warna pelangi kembar ini dapat bertemu dan kemudian menciptakan irisan warna yang lebih intens.

Pelangi Ganda

Pelangi ganda adalah pelangi yang terjadi karena adanya proses pembiasan yang terjadi berkali-kali pada butir-butir hujan, sehingga ini akan menghasilkan dua atau tiga warna pelangi pada permukaan luar pelangi dan sisi utama pelangi. Dengan adanya pembiasan ganda seperti ini, maka hasil dari pelangi ini akan menjadi berkebalikan warna dan biasanya ini akan dimulai dari urutan warna pelangi yang ada dibawahnya.

Misalnya, biasanya pada pelangi utama akan terdapat warna (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu), namun pada pelangi kedua akan menghasilkan warna pelangi berbalik dari warna utama yaitu (ungu, nila, biru, hijau, kuning, jingga, merah). Dan begitu juga akan berkebalikan lagi ke pelangi terluar dengan urutan kembali lagi ke pelangi utama.

Pelangi ganda ini, ternyata juga memiliki kekurangan yaitu mudah memudar ke sisi luar. Ini dikarenakan pada bagian sisi luar menggunakan medium butir air yang lebih luas sehingga menyebabkan banyak cahaya yang lolos dan tidak terbiaskan. Proses ini akan membuat kita melihat pelangi utama menjadi lebih kecil daripada pelangi kedua dan begitu sampai seterusnya

Waktu Yang Tepat Untuk Melihat Pelangi

Bagi kalian yang memang ingin melihat pelangi, waktu yang tepat adalah ketika sinar matahari bersinar dengan cerah dan juga adanya hujan atau kabut serta kondisi sudut matahari yang tepat. Seperti yang kamu ketahui bahwa posisi pengamat juga harus berada membelakangi sinar matahari atau lebih tepatnya jika presisi sudutnya mencapai 42o.

Wah kira-kira harus seperti gimana ya? Intinya pelangi lebih mungkin dilihat menjelang matahari terbenam atau dengan kondisi matahari berada lebih rendah dari langit guys! Makanya waktu senja merupakan waktu yang tepat untuk melihat pelangi, apalagi kalau sehabis hujan turun!

Jumlah Warna Pelangi Yang Sebenarnya

Setiap orang ketika ditanya, ada berapa jumlah warna pelangi? Kebanyakan akan menjawab 7 warna. Apakah kalian yakin? Sebenarnya guys warna pelangi gak cuma ada 7 loh! Pembiasan pada pelangi akan membentuk semua warna yang ada di bumi ini. Namun, karena pengelihatan kita sangat terbatas maka akan sulit untuk membedakan semuanya untuk dapat melihatnya. Jadi jangan heran juga, kalau ada sebagian orang yang bisa melihat pelangi dalam jumlah 7, 6, atau bahkan hanya 5 warna saja.

Pelangi yang sama bisa dilihat secara berbeda oleh orang yang berbeda karena adanya perspektif warna. Satu hal lagi yang kamu perlu tahu, meskipun kelihatannya pelangi berbentuk seperti setengah lingkaran, bentuk pelangi sebenarnya benar-benar membentuk lingkaran.

Fakta Tentang Pelangi

Di langit, pelangi mungkin akan tampak sebagai busur cahaya dengan ujung yang mengarah pada horizon pada saat terjadi hujan ringan. Disini ada beberpa fakta yang perlu kita ketahui tentang pelangi.

Ayo kita simak beberapa fakta unik tentang pelangi berikut ini ..

Pelangi berbentuk bulat utuh

Setiap manusia jika ditanya bagaimana bentuk pelangi, pasti akan menjawab bentuk pelangi adalah berbentuk busur panah atau setengah lingkaran, akan tetapi sebenarnya pelangi memiliki bentuk bulat yang utuh. Hanya saja karena adanya keterbatasan mata memandang yang membuat manusia melihat pelangi sebagai bentuk busur.

Singkatan “mejikuhibiniu”

Nah, diwaktu kecil dulu ketika berada di sekolah, pasti kita pernah mendapatkan pelajaran tentang menghafal warna pelangi dengan cara menyingkat warna-warnanya menjadi “mejikuhibiniu”kan? “Mejikuhibiniu” adalah singkatan dari warna-warna pelangi seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu, biasanya ini digunakan orang Indonesia untuk menghafal warna-warna pelangi. Tentu berbeda pula dengan orang barat. Orang barat menggunakan singkatan “Roy.G.Biv” yang artinya red, orange, yellow, green, blue, indigo, violet. Kerenan yang mana ya?

Pelangi tak terlihat sama di mata setiap orang

Cahaya yang memantul dari tetesan air hujan tertentu untuk membentuk pelangi, dapat juga memantul pada tetes air lainnya dari sudut yang sama sekali berbeda untuk dilihat oleh orang lain. Menurut Live Science, ini tak hanya terjadi pada orang-orang yang berada di lokasi yang berbeda. Bahkan jika kalian berdiri tepat di samping orang yang sama sambil melihat pelangi, dengan jarak beberapa cm, maka itu sudah dapat membuat perbedaan dalam apa yang kalian lihat.

Ujung pelangi

Pernah gak sih kalian mendengar tentang dongeng mengenai ujung pelangi? Dalam dongen tersebut dikatakan bahwa jika ada seseorang yang bisa mencapai ujung pelangi yang menempel di tanah maka ia akan menemukan sekotak emas. Namun, itu tetaplah hanya sebuah dongeng belaka. Jadi apakah ujung pelangi memang tidak ada? Sebenarnya jika seseorang bergerak mendekat kearah pelangi maka pelangi seakan-akan menjauh sesuai jarak orang tersebut melangkah. Ini diaebabkan karena sudut pembiasan cahaya untuk menciptakan pelangi adalah sekitar 42 derajat ke mata orang tersebut. Udah kayak lagu ya semakin kukejar semakin kau jauh hehe….

Mata kiri dan kanan melihat pelangi yang berbeda

Cobalah untuk mellhat pelangi dengan satu mata dan mata lainnya ditutup. Lalu lakukan hal yang sama dengan mata sebaliknya. Maka kalian akan melihat keadaan yang berbeda dari rintik hujan dan bentuk pelangi yang terlihat juga akan berbeda.

Cara Membuat Pelangi Sendiri

Nah, bagi kalian yang gak bisa sabar nungguin munculnya sang pelangi, kalian gak perlu khawatir lagi. Disini kalian dapat membuat pelangi kalian sendiri. Tapi gimana caranya? Ini dia caranya.

Menggunakan cermin

Percaya gak kalau ternyata cermin dapat membuat pelangi? Jika biasanya cermin kita gunakan untuk berdandan, maka kali ini  cermin juga bisa kita gunakan untuk menciptakan pelangi buatan. Tentunya gak sulit kan untuk bisa mendapatkan cermin. Lalu, bagaimana cara membuatnya? Langkah- langkah yang bisa kita lakukan antara lain sebagai berikut:

-Letakkan sebuah cermin ke dalam sebuah gelas yang penuh terisi air. Gelas yang digunakan adalah gelas kaca yang bening.
-Ruangan yang kita gunakan lebih baik gelap dan mempunyai dinding putih.
-Sorotkan senter ke air yang ada di dalam gelas yang di dalamnya ada cermin tersebut. Atur arah cahayanya hingga muncul pelangi yang kita inginkan.

Menggunakan kepingan kaset CD

Pastinya kalian sudah tahu donk bentuk dari kaset CD itu gimana. Bentuk kaset CD adalah bulat, pipih serta mengkilap yang terkadang bisa menimbulkan hologram warna- warni. Adapun kepingan kaset CD ini apabila kita putar- putarkan pasti akan menimbulkan reaksi warna yang dapat berubah- ubah. Lalu bagaimana kita akan membuat pelangi dari kepingan kaset CD ini? Tentunya sangat sederhana. Proses yang bisa kita lakukan antara lain sebagai berikut:

-Carilah tempat terbuka yang bisa terkena paparan sinar matahari
-Ambilah kepingan kaset CD
-Letakkan kepingan kaset CD tersebut di bawah sinar matahari dan pantulkan cahayanya ke dinding atau plafon rumah dan lihatlah warna- warni yang terbentuk.

Menggunakan semprotan spray air

Pelangi yang nyata biasanya muncul setelah hujan, hal tersebut dapat terjadi karena biasanya ada pancaran sinar matahari yang mengenai hujan tersebut. Maka dari itu kita bisa mencoba dengan menggunakan semprotan spray air.

Cara yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

-Carilah tempat terbuka yang terkena paparan sinar matahari
-Semprotkan air dengan menggunakan semprotan spray di hadapan sinar matahari tersebut dan lihatlah warna- warna yang tercipta.

Kesimpulan:

Dari penjelasan yang sudah kita buat diatas, dapat disimpulkan bahwa:

-Pelangi memiliki banyak warna
-Bentuk pelangi yang sebenarnya adalah lingkaran
-Ada banyak jenis dari pelangi.

Demikianlah, penjelasan kita mengenai pelangi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan kalian juga menyukainya. Terima kasih.

Continue Reading

Trending